Sejarah berdirinya GKS Jemaat Bondo Kodi Pos Pi Pola Kodi bermula dari semangat masyarakat setempat untuk memiliki tempat ibadah yang representatif dan mampu menunjang kegiatan rohani serta sosial. Awalnya, kegiatan keagamaan dilakukan di sebuah lahan hutan yang belum tersentuh pembangunan, dimana halaman gereja dipenuhi batu-batu besar yang menjadi saksi perjuangan awal warga jemaat. Warga jemaat dari cabang Wura Homba bekerja sama dengan masyarakat Kampung Kandaghu Kawubollo, yang memiliki lahan kosong yang cocok dipakai sebagai lokasi pembangunan GKS Jemaat Bondo Kodi Pos Pi Polo Kodi. Melalui berbagai diskusi dan kesepakatan bersama, kedua pihak sepakat untuk menggabungkan sumber daya mereka demi mewujudkan pembangunan tempat ibadah tersebut. Dalam proses pembangunan, pihak jemaat mengupayakan kehadiran sekretaris umum (sekum), pendeta, dan para donatur yang diundang untuk memberikan dukungan moril dan materiil. Kehadiran mereka disambut secara meriah oleh jemaat Pos Pi Pola Kodi, menunjukkan rasa syukur dan antusiasme warga terhadap langkah maju ini. Para pendeta dan sekum ini tidak hanya hadir sebagai simbol spiritual, tetapi juga turut memberikan bantuan dana yang signifikan guna mempercepat proses pembangunan. Bantuan dari para donatur dan kehadiran figur penting ini sangat membantu dalam memperlancar pembangunan gereja, sehingga tempat ibadah yang baru dapat segera digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Akhirnya, berkat kerja keras dan kolaborasi yang harmonis antara warga jemaat Pos Pi Polo Kodi, serta dukungan dari pendeta, sekum, dan donatur, GKS Jemaat Bondo Kodi Pos Pi Pola Kodi dapat berdiri kokoh dan menjadi lambang iman, kekompakan, dan harapan masyarakat setempat dalam menjalankan ajaran agama serta mempererat tali persaudaraan.